Sumenep, Jawa Timur – Semangat literasi kembali bergema di lingkungan SDN Moncek Timur pada penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui kegiatan Jelajah Literasi, seluruh murid mengikuti rangkaian aktivitas yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan membaca, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu tersebut berlangsung meriah. Sejak pagi, murid tampak antusias mengikuti setiap tahapan jelajah yang telah disiapkan oleh para guru. Mereka berpindah dari satu pos ke pos lainnya untuk menyelesaikan berbagai tantangan literasi, mulai dari membaca cerita, memahami isi bacaan, menceritakan kembali, hingga menyelesaikan permainan edukatif yang mengasah kemampuan berpikir dan bernalar.
Jelajah Literasi bukan sekadar kegiatan penutup MPLS,
melainkan bagian dari komitmen kuat SDN Moncek Timur dalam membangun budaya
literasi yang berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu rangkaian dari
gerakan SIGALI (Sehari Menggali Literasi, Seminggu Menggali Literasi, dan
Sebulan Menggali Literasi) yang telah menjadi program unggulan sekolah.
Melalui SIGALI, pembiasaan literasi tidak hanya dilakukan
pada momen tertentu, tetapi diintegrasikan secara sistematis dalam kegiatan
belajar di sekolah. Program harian membiasakan murid berinteraksi dengan
berbagai bahan bacaan, program mingguan memperkuat keterampilan memahami
informasi melalui aktivitas yang variatif, sedangkan Jelajah Literasi
menjadi puncak kegiatan bulanan yang memberikan pengalaman belajar secara
langsung, menyenangkan, sekaligus bermakna.
Kepala SDN Moncek Timur, Riskiyah, S.Pd., M.Pd.,
menegaskan bahwa budaya literasi harus dibangun melalui pembiasaan yang
konsisten. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga
kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, dan memecahkan
berbagai persoalan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keberhasilan membangun budaya literasi tidak
dapat dicapai melalui kegiatan yang bersifat sesaat. Dibutuhkan program yang
berkelanjutan, dukungan seluruh warga sekolah, serta lingkungan belajar yang
mampu menumbuhkan rasa ingin tahu murid. Oleh karena itu, SDN Moncek Timur
terus menghadirkan berbagai inovasi agar kegiatan literasi menjadi aktivitas
yang dinantikan oleh anak-anak.
Suasana Jelajah Literasi kali ini berlangsung penuh
semangat. Di setiap pos kegiatan terdengar gelak tawa, diskusi, dan cerita dari
para murid yang berlomba menyelesaikan tantangan. Mereka tidak hanya membaca,
tetapi juga belajar bekerja sama, berdiskusi, mengemukakan pendapat, dan
menghargai ide teman-temannya. Pendekatan seperti ini menjadikan literasi
sebagai pengalaman belajar yang hidup, dekat dengan keseharian anak, dan jauh
dari kesan membosankan.
Para guru pun menunjukkan antusiasme tinggi dalam
mendampingi murid. Seluruh pendidik berkolaborasi menyiapkan berbagai aktivitas
kreatif sehingga setiap peserta memperoleh pengalaman belajar yang
menyenangkan. Semangat kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa budaya literasi
merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah, bukan hanya guru mata pelajaran
tertentu.
Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup yang berkesan bagi
rangkaian MPLS Tahun Ajaran 2026/2027. Bagi murid, Jelajah Literasi menjadi
pengalaman awal yang memperkenalkan budaya belajar di SDN Moncek Timur, sebuah
sekolah yang menempatkan literasi sebagai fondasi utama dalam membentuk
karakter, mengembangkan kemampuan berpikir, serta mempersiapkan generasi yang
siap menghadapi tantangan masa depan.
Melalui program SIGALI dan pelaksanaan Jelajah Literasi
setiap bulan, SDN Moncek Timur terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan
pendidikan yang berkualitas, menyenangkan, dan berpihak kepada murid.
Harapannya, budaya membaca, berpikir kritis, dan belajar sepanjang hayat akan
terus tumbuh dalam diri setiap anak sehingga mampu melahirkan generasi yang
cerdas, berkarakter, kreatif, serta siap menjadi pembelajar sepanjang hayat.





