Sumenep, Jawa Timur- Komitmen meningkatkan kualitas pembelajaran terus menjadi perhatian berbagai satuan pendidikan. Hal inilah yang tampak dalam kegiatan Workshop Peningkatan Literasi dan Numerasi melalui Pembelajaran Bermakna yang diselenggarakan di Aula SDN Pasongsongan 1 pada hari Sabtu 18 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dengan penuh semangat dan antusias untuk memperkuat kompetensi dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih berdampak murid.
Workshop menghadirkan narasumber, Ibu Riskiyah, S.Pd.,
Kepala SDN Moncek Timur, yang berbagi praktik baik dalam mengintegrasikan
literasi dan numerasi ke dalam pembelajaran sehari-hari. Dalam paparannya
disampaikan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca buku,
dan numerasi bukan sekadar berhitung atau menjadi tanggung jawab guru
Matematika. Keduanya merupakan kecakapan hidup yang harus dibangun melalui
seluruh mata pelajaran dengan menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual,
menyenangkan, dan bermakna.
Peserta diajak memahami bahwa setiap guru adalah guru
literasi dan setiap mata pelajaran memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan
numerasimurid. Melalui berbagai contoh nyata, diskusi interaktif, permainan
edukatif, serta refleksi bersama, para guru memperoleh inspirasi untuk
merancang pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mampu
menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta meningkatkan
minat belajar murid.
Semangat perubahan juga terlihat dari komitmen Kepala SDN
Pasongsongan 1 ibu Mariyatul Qibtiyah yang memiliki tekad kuat untuk terus meningkatkan
capaian literasi dan numerasi di sekolah. Dukungan tersebut menjadi energi
positif bagi seluruh guru untuk bersama-sama membangun budaya belajar yang
lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Selain materi yang inspiratif, suasana workshop berlangsung
sangat nyaman. Aula SDN Pasongsongan 1 yang representatif dengan fasilitas
pembelajaran yang lengkap memberikan dukungan optimal sehingga kegiatan
berjalan lancar. Antusiasme para guru terlihat sepanjang sesi, mulai dari
diskusi, berbagi pengalaman.
diharapkan lahir
semakin banyak praktik pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berpusat
pada murid, sehingga budaya literasi dan numerasi dapat tumbuh kuat sebagai
fondasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.




